Rangkaian Kata Mutiara Hidup | Ajat Sudrajat
Selasa, 01 November 2016
Mutiara Kehidupan (1 inti)
Saudaraku .........
Perenungan yang dilandasi rasa pasrah dan keiklasan akan membuat banyak perubahan dan diri kita. Semoga Kata-kata Mutiara Kehidupan yang penulis tulis bermanfaat bagi Saudaraku sekalian. Tentu juga untuk penulis khususnya. Selamat membaca :
Saudaraku .........
Kata adalah rasa. Kalimat adalah perasaan. Rangkaiannya adalah kebajikan.
Saudaraku .........
Jangan harap kebahagiaan akan kita rasakan sebelum kita menebarkan kebahagiaan kepada orang lain.
Saudaraku .........
Jangan harap kesuksesan akan datang ketika kita selalu berpangku tangan. Berbuatlah apa yang kita bisa. Kerjakan apa yang ada. Raihlah rizki yang nyata.
Saudaraku .........
Jangan persempit hati dengan kebencian. Lapangkanlah dada dengan keiklasan. Berjalanlah di rel kebenaran. Jangan hiraukan persimpangan jalan yang membingungkan, karena godaan akan senantiasa menghalangi dan merintangi jalan arah menuju kesuksesan.
Saudaraku .........
Keraguan dan kehawatiran akan tumbuh dan berkembang ketika kita melupakan Tuhan Pencipta Alam.
Saudaraku .........
Kehidupan ini sangatlah berharga. Janganlah sia-siakan kesempatan yang ada. Berbuat dan berkaryalah selagi bisa. Esok lusa belum tentu ada.
Saudaraku .........
Hari berganti malam menjelang, pantaskah kita berpangku tangan? Alam senantiasa mengingatkan bahwa terang tak selamanya, gelap tidak setiap saat. Hanya kita kadang tak siap.
Saudaraku .........
Amarah hanya akan membuat kita susah. Kebencian janganlah terus dilatih sebab hanya akan membuat kita letih. Rubahlah amarah menjadi pasrah. Ganti kebencian menjadi prestasi sebagai bukti bahwa kita lebih berarti.
Saudaraku .........
Janganlah tanamkan rasa dendam dalam dada. Singkirkan iri hati dalam diri. Tanam dan pupuklah kasih dan sayang hingga tumbuh dan berkembang yang membuat kita jadi pemenang.
Saudaraku .........
Prasangka adalah jati diri orang yang memprasangkakan. Berbaik sangka adalah fakta nyata pribadi yang berbudi.
Saudaraku .........
Kebencian dalam diri akan membuat kita prustasi. Rasa dendam dalam dada akan membuat kita celaka. Kebencian dan dendam sebaiknya kita pendam agar terlupakan.
Saudaraku .........
Silahkan menafsirkan sendiri, tentunya dengan rasa yang nyaman dan pikiran yang sedang tenang. Penulis akan menjelaskan maksudnya di Mutiara Kehidupan (1 uraian) Sampai jumpa, Saudaraku ..........
Langganan:
Postingan (Atom)